Entri Populer

Senin, 01 November 2010

Kontroversi Tentang Mbah Maridjan

Berita tentang kematian Mbah Maridjan sontak menjadi berita panas akhir-akhir ini. Betapa tidak, orang yang dikenal mampu “menaklukkan gunung merapi” itu ternyata menemui ajalnya dibawah merapi juga. Hembusan awan panas yang dikeluarkan Merapi meluluhlantakkan desa Kinahrejo, lokasi dimana Mbah Maridjan tinggal.
Mbah Maridjan, begitulah dia dikenal, telah menjadi juru kunci gunung Merapi sejak 1982. Sebelum kejadian mengenaskan “Wedus Gembel” tersebut, Mbah Maridjan memang sudah diajak mengungsi oleh salah satu orang dekatnya. Tetapi ajakan itu diabaikan oleh si Mbah, berikut kutipannya dari Vivanews.com :


Mengetahui telah terjadi erupsi di bagian barat Merapi hingga sejauh 7 kilometer Agus kemudian mengajak Mbah Maridjan untuk turun ke pengungsian.”Orang-orang mau saya bawa si Mbah. Turun nggak?” Agus membujuk. Tapi Mbah Maridjan diam.
Tak lama kemudian sirene tanda bahaya berbunyi. Orang-orang segera diungsikan. Agus, Wawan, Tutur, keluarga Mbah Maridjan, dan warga sekitar, mengungsi menumpang dua mobil. Wawan berkali-kali mengulang keluhannya kepada Agus. “Harusnya saya bersama si Mbah.”
Mbah Maridjan memang menolak dievakuasi. Pada waktu Gunung Merapi meletus pada 2006, Mbah Maridjan juga tetap memilih bertahan, walau dibujuk langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Begitulah kira-kira gambaran sebelum kejadian hembusan awan panas Merapi yang menyebabkan meninggalnya sang juru kunci merapi, Mbah Maridjan.

Mbah Marijan meninggal dalam posisi sujud. Ia masih mengenakan baju batik, kopiah warna putih serta sarung. Diduga saat bencana wedhus gembel datang yang bersangkutan sedang shalat. Tim SAR juga menemukan 9 jenazah lainnya di rumah dan tidak jauh dari rumah Mbah Maridjan. Belum diketahui akan dimakamkan dimana almarhum Mbah Marijan, namun untuk sementara jenazahnya berada di RS Dr Sarjito bersama jenazah korban lainnya.


Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan duka cita atas meninggalnya Mbah Maridjan dan akan segera mencari penggantinya. Kini Mbah Maridjan yang dikenal sebagai figur sentral telah berpulang dijemput wedus gembel Merapi. Saya turut berduka cita atas meninggalnya beliau. Semoga amal dan ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

(vivanews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar